TKI di Malaysia Tewas Setelah Disiksa oleh Majikan dan Dipaksa Tidur Dengan Anjing

Baca berita selengkapnya tentang di Tewas Setelah Disiksa oleh Majikan dan Dipaksa Tidur Dengan Anjing disini.

Berita sedih datang dari Malaysia. Salah satu pekerja asal Medan dilaporkan meninggal dunia. Dia diduga disiksa oleh majikan.TKI di Malaysia Tewas Setelah Disiksa oleh Majikan

TKI di Malaysia Tewas Setelah Disiksa oleh Majikan

Menurut tetangga, seperti dikutip dari Asia One, Senin (2/12/2018), perempuan asal Medan, Indonesia, terpaksa tidur dengan anjing Rottweiler di teras selama lebih dari sebulan sampai ditemukan tim penyelamat pada Sabtu 10 Februari 2018. .

Adelina yang berusia 21 tahun itu ditemukan duduk di teras satu hari sebelum dia meninggal. Dia tampak terlalu takut untuk menanggapi tim penyelamat.

TKI Adelina hanya meliriknya dan menggelengkan kepalanya. Sementara seekor anjing tipe Rottweiler hitam terlihat terikat di sampingnya, menggonggong ke arah tim penyelamat.

Adelina kemudian dibawa ke rumah sakit.

Meski sudah ditangani, kehidupan Adelina sudah tidak bisa terbantu. Dia meninggal pada hari Minggu 11 Februari 2018 di rumah sakit.

Majikan dan salah satu kakak tersangka sedang diselidiki atas dugaan pembunuhan.

Tim penyelamat – asisten anggota parlemen Bukit Mertajam, Steven Sim – datang ke sebuah rumah berlantai dua di Taman Kota Permai pada hari Sabtu. Mereka mengunjungi lokasi tersebut setelah diberitahu oleh seorang wartawan mengenai dugaan terhadap pekerja.

Salah satu tim penyelamat, Por Cheng Han, mengatakan bahwa tetangga mengatakan kepada mereka, Adelina dianiaya lebih dari sebulan dan terpaksa tidur dengan Rottweiler di teras.

BACA JUGA:  Anggota ISIS Menyerang Gereja di Rusia, 5 Jemaat Gereja Terbunuh

“Kami tiba dan melihatnya di teras. Dia tidak menanggapi kami dan hanya menggelengkan kepalanya.”

Por juga mengatakan bahwa ia melihat nanah pada bekas luka bakar di kaki TKI Adelina.

“Ada seorang wanita berusia 60-an di rumah itu saat kami tiba,” kata Por, menambahkan bahwa wanita tersebut menolak membawanya ke rumah sakit dan menyuruh mereka untuk tidak ikut campur.

Sebagai gantinya, Por mengatakan bahwa wanita paruh baya itu memberi nomor telepon putrinya – majikan asisten rumah tangga. Nenek tersebut juga membantah telah menyiksa pekerja tersebut dan menyuruh tim tersebut untuk menantikan anaknya pulang ke rumah.

Tim penyelamat kemudian menghubungi Tenaganita, sebuah LSM yang didedikasikan untuk melindungi migran dari kekerasan.

Ketika majikan Adelina datang, beber Por, dia mengaku tidak menganiaya sang pembantu. Namun, dia mengaku telah menamparnya.

Wanita itu mengatakan bahwa Adelina buang air besar di lubang pembuangan dapur dan menyebabkan saluran pembuangan tersumbat. Dia kemudian meminta pekerja untuk menghilangkannya dengan bahan kimia pembersih.

“Dia mengklaim bahwa pembantunya itu secara tidak sengaja menumpahkan bahan kimia di kaki dan lengannya saat menuangkannya ke lubang pembuangan. Itu yang menyebabkan luka bakar. Meski sudah diobati, Adelina disebutkan tak berhenti mengelupaskan luka-lukanya, sehingga kondisinya kian memburuk,” kata Por, meniru pengakuan majikannya.

BACA JUGA:  Jokowi Akan Menghentikan Pengiriman TKI

Por mengungkapkan bahwa majikan menempatkan Adelina di dalam mobil dan meninggalkan rumah tersebut sebelum relawan Tenaganita tiba. Kemudian polisi dipanggil.

Petugas polisi Nik Ros Azhan Nik Abdul Hamid mengatakan bahwa wanita berusia 36 tahun dan saudara laki-lakinya yang berusia 39 tahun sekarang telah ditangkap.

Nik Ros juga mengatakan bahwa kepala dan wajah Adelina bengkak. Orang Indonesia yang bekerja di Malaysia sekitar dua tahun yang lalu juga terluka di kaki.

“Upaya untuk mencatat pernyataan dari Adelina tidak berhasil karena dia masih ketakutan. Kami mengirimnya ke Rumah Sakit Bukit Mertajam di mana dia meninggal,” kata Nik Ros.

Kini, tersangka akan ditahan sampai 14 Februari, untuk diselidiki dalam kasus pembunuhan.

Sumber: liputan6.com

Follow Kami: