Setya Novanto Sebut Ganjar Pranowo Menerima Uang E-KTP US $ 500 Ribu

Baca berita selengkapnya tentang Sebut Menerima Uang US $ 500 Ribu disini.

Setya Novanto menyebutkan mantan rekannya di Dewan Perwakilan Rakyat, Ganjar Pranowo, juga menerima aliran dana proyek e-KTP. Setya Novanto mengungkapkan itu saat Ganjar Pranowo menjadi saksi dalam persidangan di Pengadilan Pidana , Jakarta, Hari Kamis 8 Feb 2018.

Setya Novanto Sebut Ganjar Pranowo Menerima Uang E-KTPSetya Novanto Sebut Ganjar Pranowo Menerima Uang E-KTP

Menurut Setya Novanto, informasi bahwa Ganjar menerima US $ 500 ribu dari proyek e-KTP diperoleh dari mantan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Golkar, Mustokoweni Murdi; politisi Hanura Miryam S. Haryani; dan terpidana e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong.

“Yang pertama pernah Mustokoweni saat ketemu saya menyampaikan uang dari Andi untuk dibagikan ke DPR dan itu disebut namanya Pak Ganjar,” kata Setya Novanto, yang jadi terdakwa e-KTP, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat. , Kamis, 8 Februari 2018.

Selain Mustokoweni, menurut Setya, Miryam menyampaikan informasi yang sama. Keberadaan uang tersebut semakin diperkuat oleh pengakuan Andi kepada Setya. Saat mengunjungi rumah mantan Ketua DPR tersebut, Andi mengaku telah memberi uang kepada beberapa politisi di Komisi II DPR, termasuk Ganjar.

BACA JUGA:  KPK Seolah-olah Mainkan Drama Politik

“Untuk itu saya ketemu, penasaran apakah sudah selesai dari teman-teman. Pak Ganjar bilang itu yang tau Pak Chairuman Harahap (Ketua Komisi II DPR saat itu),” kata Setya.

Pengakuan Setya Novanto menanggapi pertemuan yang tidak disengaja antara dia dan Ganjar. Dalam kesaksiannya hari ini, Ganjar mengaku pernah bertemu Setya di ruang keberangkatan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada 2011 atau 2012.

Saat itu, Setya mengatakan agar Ganjar tidak galak-galak dengan proyek kartu e-KTP. Namun, Ganjar tidak menjelaskan secara rinci apa arti pernyataan Setya.

“Dia (Setya) pernah bilang, ‘Ganjar sudah selesai. Jangan galak-galak lah’,” kata Ganjar menirukan kata-kata Setya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi () memiliki bukti arsip perjalanan Setya dan Ganjar. Keduanya hendak meninggalkan Denpasar untuk keberangkatan berbeda pada 6 Februari 2011.

Ganjar membantah pernyataan Setya. Menurutnya, Mustokoweni telah menjanjikan uang, tapi ditolak. Begitu juga dengan Miryam Haryani.

Ganjar menjelaskan, penyidik ​​senior KPK, Novel Baswedan, pernah hadir dan Miryam pada saat bersamaan. Keduanya dihadapkan untuk ditanyai tentang proyek kartu e-KTP. Saat itu, Miryam mengaku tidak memberikan uang kepada Ganjar.

Penyangkalan Ganjar lainnya berasal dari kata-kata Andi Narogong. Andi mengaku tidak pernah mengucurkan dana untuk Ganjar. Menurut Ganjar, hal itu disampaikan Andi saat membaca pleidoi.

BACA JUGA:  Effendi Simbolon: Lengserkan Jokowi Sekarang Waktunya

“Keterangan Pak Setya Novanto tidak benar,” kata Ganjar.

Ganjar memenuhi undangan jaksa untuk bersaksi dalam sidang Setya Novanto hari ini. Selain Ganjar, ada empat saksi lain dari kalangan swasta.

Setya Novanto didakwa menjalankan proyek e-KTP di DPR pada pertengahan 2010-2011 saat dia masih menjadi Ketua Fraksi Partai Golkar. Atas perannya, Setya Novanto dikatakan menerima total fee US$ 7,3 juta. Dia juga diduga menerima arloji merek Richard Mille seharga US $ 135 ribu. Setya Novanto didakwa melanggar Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 tentang Tipikor.

Sumber: Tempo.co

Follow Kami: