Persis Sayangkan Pidato Tito Karnavian tentang NU-Muhammadiyah Adalah Pendiri RI

Baca berita selengkapnya tentang Persis Sayangkan Pidato Tito Karnavian tentang NU-Muhammadiyah Adalah Pendiri RI disini.

Persatuan (Persis) menyayangkan Jenderal Tito Karnavian yang menyebutkan hanya dua organisasi Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah yaitu ikut serta dalam pendirian negara Kesatuan republik Indonesia.

Persis Sayangkan Pidato Tito Karnavian tentang NU-MuhammadiyahPersis Sayangkan Pidato Tito Karnavian tentang NU-Muhammadiyah Adalah Pendiri RI

Sebelumnya, Tito mengatakan hanya NU dan Muhammadiyah yang memainkan peran dalam proses pembentukan Indonesia di masa lalu. Organisasi Islam lain dinilai Tito sering berusaha untuk merusak Indonesia.

Wakil Ketua Umum Persis Jeje Zainudin mengatakan hal ini sangat keliru.

“Kami sangat menyayangkan statement seorang pejabat negara yang tidak mencerminkan wawasan kebangsaan, wawasan nasional yang begitu luas tapi bersifat simplisistis terhadap persoalan,” kata Jeje untuk CNNIndonesia.com melalui saluran telepon, Rabu (31 /1).

Jeje menjelaskan, perjuangan organisasi Islam di Indonesia untuk memerdekakan tidak hanya dilakukan oleh orang NU maupun Muhammadiyah saja. Banyak organisasi Islam juga berperan aktif dan berjuang bersama-sama. Sebagai contoh, Mathla’ul Anwar, Al Washliyah, Jami’atul Khairat dan organisasi- Islam di seluruh Nusantara.

Pada kenyataannya, kata Jeje, organisasi-organisasi Islam juga berusaha untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia serta membantu pemerintah menumpas gerakan yang dapat menciptakan disintegrasi bangsa di masa lalu. Misalnya, gerakan 30 September 1965 yang dilakukan internal Partai Komunis Indonesia ().

BACA JUGA:  Di Cimahi Kerangka Manusia disimpan di Dalam Rumah Karena Ibu Tidak Rela Anaknya Meninggal

“Itu sangat besar sekali peranan ormas ormas Islam yang sudah ada di nusantara. Sementara NU dan Muhammaidyah waktu itu basisnya masih konteks Jawa Timur dan Jawa Tengah,”kata Jeje.

Jeje mengatakan yang tidak mau menyimpulkan apa motif Tito mengatakan demikian. Selain itu, Jeje tidak menonton video Tito secara keseluruhan. Dia tidak tahu jika Tito menyatakan itu menjelang Alumni 212 melancarkan aksi atau tidak.

“Kami memahami kalau itu konteksnya barangkali waktu itu kondisional, sehingga
mungkin terbentuk oleh setting situasi,”katanya.

“Walaupun tetap dalam pandangan seorang negarawan, seorang pejabat tinggi negara sangat disayangkan,” katanya.

Jeje lalu meminta Tito segera melakukan klarifikasi pada pidato terhadap seluruh organisasi Islam yang terbukti telah mendirikan untuk membela kemerdekaan Indonesia dalam sejarah.

Menurutnya diperlukan agar stabilitas politik dipertahankan. Tito, kata jeje, dianggap sebagai bagian dari pemerintah. Maka itu wajar jika pemerintah secara keseluruhan yang mendapat penilaian buruk jika Tito tidak klarifikasi.

“Mengumpulkan seluruh ormas islam untuk menghindari isu ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan tidak baik sehingga mempertinggi tensi kalangan yang dapat dikatakan adalah oposisi pemerintah,” kata Jeje.

“Kesan ini bisa terus digoreng juga bahaya bagi stabilitas keamanan negara,” lanjutnya.

Jeje mengatakan, akan lebih baik jika Tito juga mengumpulkan organisasi-organisasi Islam yang baru dibentuk untuk melakukan klarifikasi. Menurut jeje, organisasi tersebut yang memiliki kesamaan dengan organisasi-organisasi Islam yang telah terbentuk.

BACA JUGA:  Budi Gunawan Batal Dilantik Jadi Kapolri

“Karena ormas yang baru itu genealogisnya ormas-ormas yang tua. Genealogis pemikirannya, gerakannya berkaitan satu sama lain,”katanya.

Jika Tito tidak klarifikasi lebih lanjut, Jeje, Persis tidak akan turun ke jalan untuk berunjuk rasa. Dia menegaskan bahwa sebenarnya Persis tidak akan melakukannya.

“Kalau persis tenang, santai-santai saja. Kita selalu berpirinsip selalu husnudzon, pernyataan orang itu belum tentu maksudnya buruk,”kata jeje.

Jeje menjelaskan, persis yang terbukti dalam perjuangan kemerdekaan. Banyak anggota persis siap berjuang dengan semangat dan tidak perlu penghargaan.

“Bagi kami apa perlunya sampai harus diprotes. Biar saja. Kita yakin semua pengorbanan yang tulus dicatat Allah SWT. Dari sejarah juga tidak akan hilang,”katanya.

Sumber: CNNindonesia.com

Follow Kami: