KPK Seolah-olah Mainkan Drama Politik

Komisi Pemberantasan () saat ini seolah-olah bermain drama saat tengah mendapatkan teror besar, karena fokus pada penanganan kasus Brigjen Pol Budi Gunawan (BG).

lembaga kpk
lembaga kpk

KPK Seolah-olah Mainkan Drama

Anggota perwakilan Komisi III Henry Yosodiningrat, lembaga antirasuah tersebut terlihat sedang menggiring opini publik sehingga teror dibuat oleh polisi atau orang suruhan BG. Dan juga ingin mendapatkan simpati.

“Ini kan kelihatannya diopinikan seolah oleh polisi yang melakukannya, liat aja arahnya kesana (menyudutkan BG dan polisi),” kata Henry pada Okezone di Jakarta, Jumat (13/2/2015).

Ketua gerakan Nasional Anti narkotika (Granat) juga mengaku, KPK tidak lagi netral, karena hal itu selalu membuat intrik politik, seolah-olah lembaga super bodi dilemahkan oleh koruptor.

BACA JUGA:  PSSI Hentikan Semua Kompetisi ISL dan Divisi Utama 2015

“Saya khawatir KPK menjadi rusak dengan cara-cara seperti ini, seprti memberitahukan ke publik KPK didzalimi,” katanya.

Henry juga melihat, KPK terlihat selalu mengalang dukungan masyarakat, seperti pada saat menangis di depan media yang berhubungan dengan kasus penangkapan BW. Karena, pada waktu itu Samad meminta publik.

Dan paling terlihat KPK, sambungnya, saat mendapatkan teror bahkan sengaja mengumpulkan media, daripada melaporkannya ke yang berwajib atas teror.

“Kok malam ngumpulin media, ini kan biar mendapatkan simpati. Harusnya setelah mendapatkan teror segera lapor ke Mabes ,” katanya.

Sebelumnya, seorang pegawai KPK mengungkapkan beberapa penyelidik KPK menerima teror yang berhubungan dengan penyelidikan atas Brigjen Pol Budi Gunawan (BG). Teror dikirimkan melalui pesan singkat, telepon, hingga dibuntuti di rumah.

BACA JUGA:  Bripda Nina Oktoviana, Brimob Cantik Berjilbab dari Aceh

Akhirnya, Wakil Bambang Widjojanto (BW) menegaskan akan membentum tim untuk mengetahui dalang di belakang ancaman tersebut. (okezone)

Follow Kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *