Kasus Suap dan TPPU, Bupati Kartanegara Rita Widyasari Mengaku punya Rp 436 M

Baca berita selengkapnya tentang Kasus dan TPPU, Bupati Kartanegara Rita Widyasari Mengaku punya Rp 436 M disini.

Bupati Kutai Kartanegara (Kabupaten Kukar), Kalimantan Timur nonaktif Rita Widyasari mengakui memiliki harta Rp 436 miliar. Rita Widyasari menjalani pemeriksaan sebagai tersangka tindak pidana uang pencucian (TPPU) di Gedung Merah Putih , , Jumat (19/1/2017).

Kasus Suap dan TPPU, Bupati Kartanegara Rita Widyasari
foto: kompas

Kasus Bupati Kartanegara Rita Widyasari

Tiba sekitar jam 10.05 WIB, Rita tampak selesai dan menuruni tangga Lantai 2 ruang pemeriksaan sekitar 15.28 WIB. Dia mengakui dalam pemeriksaan penyidik menyampaikan tentang sangkaan TPPU yang sebelumnya telah diumumkan KPK. Jumlah Rp 436 miliar yang disebut masuk objek nilai TPPU, nilai bagi Rita karena KPK menghitung usaha tambangnya.

“Tadi beliau penyidik menyampaikan bilang bahwa 436 (Rp436 miliar) itu adalah angka aset saya, yang mana di dalam salah satunya itu tambang saya. Saya kan punya tambang batu bara di Kutai. Saya punya tambang, saya punya tambang, kakak saya punya tambang, jadi nilai itulah yang dinilai,”ujar Rita di lobi depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

BACA JUGA:  Jokowi Belum Menuntaskan Konflik KPK-POLRI

Ketua DPD Partai Golkar Kaltim ini menolak keras jumlah Rp436 miliar adalah uang hasil tindak pidana dan masuk dalam objek TPPU. KPK, kata dia, hanya menghitung jumlah dari nilai aset.

“Enggak. Maksudnya dari aset saya, kan TPPU itu nilai aset. Oke ya,” katanya.

Pada saat yang sama, wanita kelahiran Tenggarong, 7 November 1973 menceritakan kisah tas-tas yang dimilikinya. Terutama sehubungan dengan 40 tas disita dan diklaim sebagai merek tas branded dan masuk kualifikasi TPPU.

Rita mengatakan, sebagai wanita kemudian membeli dan mengoleksi tas adalah umum. Termasuk merek Louis Vuitton, Hermes dan Gucci. Adanya tas-tas untuk mendukung kegiatannya. Tapi, Rita tidak mau bersuara tentang pembelian tas-tas termasuk 40 tas disita KPK.

BACA JUGA:  Tuntut Jalan Jatibaru Tanah Abang Dibuka, Sopir Angkot Demo Lagi di BalaiKota

“Tas saya ini perempuan, ya biasa. Saya suka beli tas. Ya namanya juga cewek untuk action‎. Tas saya juga tidak semuanya asli, ada juga yang palsu.‎ Di mana-mana juga banyak yang palsu,” kata Rita.

Follow Kami: