Cucu Sultan Bima & Dompu Diprediksi Memperkuat Barca atau Madrid

Please follow and like us:

Meskipun memutuskan untuk tinggal di klubnya, Swindon Town di tengah tawaran menggiurkan dari sejumlah klub Eropa, pelatih tim nasional Australia, Postecoglu Angelos yakin anak kesayangannya, Massimo Luongo di masa depan akan berada di tempat paling bergengsi benua biru.

Massimo Luongo
Massimo Luongo

Cucu Sultan Bima & Dompu Diprediksi Memperkuat Klub papan atas Eropa

Sebelum tanda tangan pada kontrak Swindon, Massimo adalah pemain menang atas Tottenham Hotspur. Sayangnya, akariernya di klub asal Kota London Utara kurang terang, sehingga dalam tiga musim (2010-2013), Massimo lebih sering dipinjamkan.

Postecoglu menambahkan, pemain yang merupakan cucu dari Sultan Bima dan Dompu di Sumbawa pulau itu akan membela klub elite seperti Barcelona atau Real Madrid di masa depan. Pelatih memiliki alasan keyakinan bahwa, mengingat Massimo dinobatkan sebagai pemain terbaik di gelaran Piala Asia 2015 lalu.

Baca Juga:  PSSI Hentikan Semua Kompetisi ISL dan Divisi Utama 2015

“Saat pertama tiba di timnas saya langsung bingung. Kenapa pemain sekelas Luongo hanya bermain di divisi tiga Inggris. Sekarang saya berpikir bahwa ia bisa saja bermain di Barcelona atau Madrid. Itu sebabnya saya selalu percaya padanya,” kata Postecoglu, seperti yang dilaporkan oleh abc.ne.au, Senin (2/2/2015).

Postecoglu mulai melihat sinar Massimo melawan Kuwait. Dalam permainan, ia juga mencetak satu gol untuk pertandingan yang berakhir 4-1. Sejak itu, nama Massimo pun tak pernah absen menjadi starter skuad Socceroos.

“Kami tahu bahwa ia adalah seorang pemain yang pantas mendapatkan kesempatan. (Setelah mengetahui penampilannya) mustahil bagi kami menyimpannya di bangku cadangan. Kredit penuh untuknya,” kata pelatih.

Baca Juga:  PSSI Akan Adakan Kompetisi ISL U-19

Massimo Luongo adalah anak hasil pernikahan Mario Luongo, pria kelahiran Italia dan ibunya, Ira, perempuan dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Kakek Massimo, almarhum AA Siradjuddin sendiri merupakan Sultan Bima dan Dompu di Pulau Sumbawa, NTB. Sedangkan kakek buyutnya pernah menjadi Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Indonesia di Turki, kemudian menjadi seorang Hakim pengadilan tinggi Jakarta Sekembalinya ke tanah air. (okezone)

Tinggalkan Balasan