Di Cimahi Kerangka Manusia disimpan di Dalam Rumah Karena Ibu Tidak Rela Anaknya Meninggal

Baca berita selengkapnya tentang Di disimpan di Dalam Rumah Karena Ibu Tidak Rela Anaknya Meninggal disini.

Jasad Nanung Sobana (85) dan putrinya Hera Sri Herawati (50) hingga menjadi kerangka disimpan di dalam rumah sudah bertahun-tahun. Sampai akhirnya dua kerangka manusia ditemukan petugas kesehatan di Kompleks Nusa Indah 6 nomor 117 RT 7 RW 17 Kel. Melong Kec. Cimahi Selatan Kota Cimahi Selasa, Januari 30, 2018.Di Cimahi Kerangka Manusia disimpan di Dalam Rumah Karena Ibu Tidak Rela Anaknya Meninggal

Di Cimahi Kerangka Manusia disimpan di Dalam Rumah

Penghuni rumah percaya mereka suatu hari nanti akan hidup kembali. pengakuan Mengejutkan yang berasal dari istri Nanung, Neneng Hadidjah (77) pada petugas polisi.

“Berdasarkan pengakuan dari Neneng, dia mendengar ada bisikan setiap malam. Jenazah sengaja dibiarkan di rumah dengan keyakinan suatu ketika akan hidup kembali. Akan kita lakukan pengembangan,”kata Kapolsek Cimahi Selatan Sutarman.

Neneng disebut tidak bersedia melepaskan kepergian suami dan anaknya yang meninggal dengan menyimpan tubuh keduanya di dalam rumah hingga jadi kerangka. Hera diketahui meninggal dari Desember 2016 sementara Nanung, meninggal Desember 2017.

BACA JUGA:  Pengamat Politik: Habib Rizieq Tidak Pemberani Seperti Buya Hamka

Menjaga keris

Di Cimahi Kerangka Manusia disimpan di Dalam Rumah

Dia mengatakan di dalam rumah terdapat benda-benda yang mencurigakan. Di antara dua bilah keris dan beberapa tangkai bunga ditempatkan dalam baskom. “Kalau dikaitkan dengan adanya kepercayaan tertentu, kami belum bisa menyimpulkan. Ini sesuai dengan temuan yang ada di lapangan saja,” katanya.

Karena kondisi lemah, Neneng dan anak bungsunya Deni Rohmat (43) telah dibawa ke rumah sakit Cibabat. Sementara anak kedua Erna Rendrasari (48) dirujuk ke RSJ Cisarua karena gangguan jiwa.

Polisi belum dapat menentukan apakah Neneng dapat dijerat pidana. Sejauh pemeriksaan awal, Sutarman menilai Neneng dapat melakukan komunikasi.

“Bisa diajak bicara tapi belum terlalu panjang dan mendetil. Soal dugaan tindak pidana, hasil pantauan sejauh ini tidak ada. Tetap kami akan lakukan penyelidikan dan pemeriksaan intensif kepada penghuni rumah lain dan meminta pemeriksaan para ahli,”katanya.

BACA JUGA:  KPK Mencegah Komjen Pol Budi Gunawan Ke Luar Negeri

proses otopsi terhadap dua kerangka manusia juga akan tidak dilakukan. “Melihat proses meninggal tidak ditemukan tindak kekerasan secara kasat mata. Keterangan Ibu Neneng mereka meninggal karena sakit meski tidak dijelaskan sakitnya apa. Kita langsung makamkan bersama warga setempat,” katanya

Sumber: pikiran-rakyat.com

Follow Kami: