Presiden Jokowi Sering Dihasut di Istana

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai terlalu banyak menerima intervensi dari berbagai pihak di  Istana Negara serta partai pendukungnya.

presiden jokowi
presiden jokowi

Politisi Partai Demokrasi Indonesia perjuangan (PDI-P) Effendi Simbolon berkata, Jokowi adalah sosok yang tidak memiliki pengalaman dalam politik.Terlebih sososk Jokowi yang lugu dinilai terlalu mudah dipengaruhi oleh orang-orang yang di sekelilingnya.

Presiden Jokowi Sering Dihasut

“Di Istana itu banyak penghasut Jokowi. Jokowi juga saya lihat gampang dihasut karena beliau itu lugu, jujur, orangnya baik, tidak ada punya niat politik,” kata Effendi kepada Okezone di Jakarta, Rabu (4/2/2015).

“Jokowi bukan pengalaman begitu mudah dipengaruhi. Dia juga bisbol pengalaman untuk memahami dan politik tidak nasional, ” tambahnya.

Anggota Komisi VII DPR juga mengatakan, Jokowi masih bingung untuk menjadi seorang pemangku kekuasaan tertinggi di Indonesia. Sebab kata Effendi, Jokowi selalu bergerak dengan seenaknya saja.

“Makanya bagaimana dia mau jalankan kapal besar, orang jalannya saja kayak LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) enggak sesuai aturan. LSM kan bergerak seenaknya saja, enggak ada yang ngatur,” katanya.

Baca Juga:  Harga Motor Trail GTX 150 Rp. 15 Juta

Permalukan Jokowi, Menteri Koordinator Polhukam Tedjo Harus Diganti

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan mengganti beberapa Menteri di kabinet kerja yang tidak mampu mencapai indikator kinerja. Wacana reshuffle tersebut disambut baik beberapa pihak.

Pengamat politik dari Universitas Islam negri (UIN) Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto menilai dalam 100 hari pemerintahan Jokowi setidaknya membutuhkan beberapa Menteri untuk dirombak atau membuat perbaikan. Seperti menggantikan Menteri Koordinator Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno.

Menurut Gun Gun, politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu beberapa kali membuat kesalahan ketika membuat pernyataan. Seperti menyebut masa pendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah rakyat tidak jelas, dan melarang diselenggarakan Kongres Nasional Partai Golkar di Bali.

“Saya rasa ini butuh perbaikan, karena selalu timbul pernyataan yang membuat malu Presiden Jokowi,” kata Gun Gun kepada Okezone di Jakarta, Rabu (4/2/2015).

Selain itu, Gun Gun juga mengkritik peranan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. Menurutnya peran putri Ketua Partai Demokrasi Indonesia perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri belum sepenuhnya dan sesuai harapan Jokowi.

Baca Juga:  Effendi Simbolon: Lengserkan Jokowi Sekarang Waktunya

“Ya seharusnya, Menko harus maksimal, tapi ini malah enggak kelihatan ketimbang yang lain. Harus diperbaiki lagi kerjanya,” katanya.

Namun, tidak semua menteri mendapat nilai buruk, Gun Gun menulai ada sebagian Menteri yang memiliki kualitas seperti pada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dan Menteri Perhubungan Ignatius Jonan.

“Kalau yang lain sepertinya enggak ada, malah bagus seperti Susi dan Jonan. Kalau Susi menenggelamkan kapal, serta Jonan lewat konsentrasinya kemarin pada maskapai udara saat AirAsia QZ 8501 mengalami musibah,”katanya. (okezone)

Please follow and like us:

Menyukai situs ini? Silakan share :)