PBB dan NJOP Untuk Perumahan Dihapus

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ferry Mursyidan Baldan berencana menghapus pajak bumi dan bangunan (PBB) dan nilai jual objek pajak (NJOP) yang menjadi patokan harga tanah.

perumahan
perumahan

PBB dan NJOP Perumahan Dihapus

Politkus Nasdem itu menjelaskan wacana penghapusan PBB karena dinilai sudah membebani masyarakat yang mengalami kesulitan membayar pajak.

”Kami tidak ingin PBB menjadi alat usir alamiah bagi masyarakat,” tegas Ferry ketika dihubungi di Jakarta, Sabtu (30/1).

Menurutnya, dalam banyak kasus, Perserikatan Bangsa-bangsa dinilai kerap membebani masyarakat. Terutama mereka yang berpenghasilan rendah, tapi kebetulan tinggal di daerah strategis.

Baca Juga:  Ekor Pesawat AirAsia QZ8501 Sudah Diangkat

Salah satunya, mencontohkan para pensiunan ataupun janda yang masih tinggal di daerah dengan nilai pajak yang tinggi harus pontang-panting memenuhi kewajiban membayar PBB. Pada kenyataannya,pemasukan juga sudah terbatas. ”Ini contoh saja, kasihan kan mereka. Kalau (PBB) masih diteruskan, sama saja kita ikut mengusir mereka,” tambahnya.

Dasar lainnya, imbuh Ferry, terkait dengan aspek filosofis bahwa Tuhan itu menciptakan tanah hanya sekali. Karena itu, tidak selayaknya pajak atas bumi ditarik tiap tahun. Ferry memandang, pajak terhadap bumi cukup dibayar sekali, yaitu ketika masyarakat pertama membeli sebidang tanah.

Baca Juga:  Thailand Sudah Pesan Pesawat N219 Buatan Indonesia

”Itu kan karunia (Tuhan), nggak masuk akal kalau dipajakin tiap tahun,” katanya.

Logika yang sama adalah untuk pajak bangunan. Ketika masyarakat sudah mengeluarkan biaya untuk izin mendirikan bangunan (IMB), tidak perlu lagi ada pajak yang harus ditarik setiap tahunnya. ”Sepanjang tanah dan bangunan itu untuk tempat tinggal, untuk hunian,” dinyatakan feri. (jpnn)

Please follow and like us:

Menyukai situs ini? Silakan share :)