Laporkan Ahok ke Polri DPRD DKI Terlihat Panik

Ketua Setara Institute Hendardi mengkritik sikap dari tujuh anggota dari DPRD DKI Jakarta yang melaporkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) ke Mabes Polri. Dia menilai, langkah-langkah tujuh anggota parlemen tidak berguna bagi warga Jakarta.

Laporkan Ahok ke Polri DPRD DKI Terlihat Panik

Gubernur dki Basuki Tjahaja purnama ahok
Gubernur dki Basuki Tjahaja purnama ahok

“Aduan tidak bermutu dan membabi buta atas Ahok kepada Mabes Polri dengan tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik. Cara DPRD DKI ini tidak akan berguna dan tidak akan bermanfaat bagi warga DKI Jakarta,” kata Hendardi melalui keterangannya di Jakarta, Kamis (12/3/2015).

Sikap anggota DPRD DKI, yaitu Maman Firmansyah, Tubagus Arif, Nawawi, Bambang Kusumanto, Syarifudin dan Prabowo Sunirman yang melaporkan Ahok dianggap tidak produktif, sebagai rencana mengajukan hak angket (hak bertanya) terkait dugaan penyalahgunaan APBD DKI 2014.

Baca Juga:  Raja Arab Saudi Bagikan Uang Rp. 419 Triliun ke Rakyatnya

Hendardi menilai rencana hak angket itu menunjukkan anggota DPRD DKI panik. Ahok sudah melaporkan dugaan uninterruptible power supply (UPS) DKI ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia menambahkan, DPRD DKI harus meniru kinerja Ahok dalam mengelola anggaran. Ia mencontohkan, Ahok pernah mengembalikan dana operasional hingga milliaran rupiah. Meskipun ia memiliki hak untuk menghabiskan APBD, tapi mantan Kabupaten Belitung Timur telah memilih untuk menggunakannya dengan hati-hati dan tepat.

“Performa Ahok ini kontras dengan apa yg diperagakan oleh sejumlah pimpinan DPRD DKI Jakarta, yg diduga secara culas telah menggelembungkan APBD DKI 2015 untuk kepentingan kelompok dan pribadi,” katanya. (okezone)

Please follow and like us:

Menyukai situs ini? Silakan share :)