Jokowi Belum Menuntaskan Konflik KPK-POLRI

Koalisi masyarakat sipil anti korupsi menilai Presiden Jokowi belum sepenuhnya menuntaskan konflik KPK-polri. Presiden dianggap tidak membebaskan dua pimpinan KPK, Bambang Widjojanto dan Abraham Samad dari kriminalisasi.

Jokowi Seharusnya Copot Kabareskrim

Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Untuk itu, Presiden diminta untuk menilai. Budi dianggap sebagai aktor terkemuka dari kriminalisasi dua pimpinan KPK.

“Presiden harus memerintahkan Wakapolri, untuk melakukan pembenahan besar-besaran di tubuh kepolisian,” dinyatakan Al Aqsa, mKepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, di KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (19/2/2015). Dia berbicara mewakili koalisi.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Sering Dihasut di Istana

“Langkah itu mesti ditindaklanjuti dengan mencopot semua aktor-aktor yang berperan dalam pelumpuhan KPK. Terutama dengan mencopot dan menonaktifkan Komjen pol Budi Waseso,” terang dia.

Al Ghifari mengatakan Presiden Joko Widodo menutup mata dengan pembangkangan Polri. Menurutnya, Presiden telah menginstruksikan tidak boleh ada kriminalisasi lain. Namun pada kenyataannya, polisi juga menetapkan Abraham Samad sebagai tersangka.

Polisi disebut Al Ghifari tak mematuhi arahan presiden. Pada kenyataannya, itu tidak hanya berhenti di Bambang Widjojanto dan Abraham Samad, polisi sedang menyelidiki kasus 21 atas penyidik KPK atas kepemilikan senjata api tanpa izin.

Baca Juga:  Tidak Tunjuk Budi Gunawan, Jokowi dianggap Lecehkan DPR

Pada 20 Februari ,mendatang, Novel Baswedan yang menjabat sebagai penyidik KPK akan diperiksa sebagai tersangka. Sedangkan kasus dugaan penganiayaan ke Novel sudah tertutup. (metrotvnews)

Please follow and like us:

Menyukai situs ini? Silakan share :)