Cerita Para Pecinta Batu Akik Yang indah

Berbincang dengan para pecinta batu akik pasti tak berujung. Selain itu, jika bertemu dengan pecinta batu akik yang memiliki pengetahuan mendalam tentang batu-batu yang indah yang ia dikagumi.

Cerita Para Pecinta Batu Akik

batu akik Janggus jenis Giok Arab bergambar Naga 18 miliar
batu akik Janggus jenis Giok Arab bergambar Naga 18 miliar

Sementara di perjalanan ke pusat batu permata dan batu cincin di Blok M Square, ada pecinta batu akik berbicara tentang dunia perbatuan. Sayangnya, ia tidak ingin lagi namanya.

Pada waktu itu, lelaki paruh baya membeli dua batu pada waktu yang sama dalam satu toko. Pertama, dia membeli sebuah batu raja. Setelah beberapa kali, ia kembali dan membeli sebuah batu pandan nanas.

Menurut pemilik toko, seorang pria dengan setelan jas rapi baju dan sepatu mengilap yang telah menghabiskan uang untuk pergi ke ATM untuk membeli batu pandan nanas.

“Bapak itu tadi bilangnya bawa uang 5 juta. Habis buat beli batu, makanya itu ambil uang lagi ke ATM,”kata pemilik toko, Ahmadi.

Ternyata orang itu dengan bukan pecinta batu sembarangan. Pengetahuan tentang batu yang cukup mendalam. Ia mengaku tahu banyak tentang batu karena rajin membaca.

“Di Indonesia ini banyak batu-batu kayak gini karena kita dikelilingi gunung api. Ini kan terbuat dari lahar atau isi perut bumi yang sudah mengeras,” katanya saat berbicara dengan CNN Indonesia.

Baca Juga:  Abraham Samad Tak Kenal Sama Sekali Feriyani Lim

Menurutnya, batu berwarna-warni dan berbagai karakteristik disebabkan oleh camp”Itulah permainan Tuhan. Sungguh luar biasa, kan?” katanya.

Dia juga mengatakan, di Australia, batu-batu seperti banyak diperdagangkan saat ini harganya sangat tinggi. Tetapi jika dilihat lebih jauh, masih lebih baik batu dari Indonesia.

“Batu kalimaya itu kayak punya Australia, namanya kalau enggak salah opal. Kalau di Australia mahal itu. Tapi kalau di kita jauh lebih murah padahal bentuknya bagusan kita,”katanya bercerita.

Ia menambahkan, batu bisa mahal karena itu adalah dirakit menjadi perhiasan. “Biasanya digandeng sama berlian, jarang dipasang tunggal. Di Australia, Opal buat perhiasan perempuan.”

Harga mahal karena cara mengambilnya susah. Karena, ada hanya satu pertambangan lokasi di tengah benua Australia.

“Itu nambangnya juga susah. Tambangnya mirip pertambangan batu bara karena berada di bawah tanah,” ujar pria berkacamata kata.

Batu-batu akik dari Sungai

Tidak hanya berasal dari pertambangan, batu juga ditemukan dalam aliran sungai. Ahmadi menjelaskan, batu kalimaya hanya sebenarnya berasal dari kali Maja di Tangerang.

“Kalimaya ditemukan di Kali Maja. Tapi berhubung yang menemukan orang Tionghoa, susah menyebut Maja, jadilah Kalimaya,” kata orang yang enggan disebut namanya itu.

Baca Juga:  Cara Membedakan Batu Akik Asli atau Palsu

Bahkan batu pandan indah rupanya ditemukan di Sungai Ciliwung. “Pandan sebenarnya dari Jakarta. Adanya di Sungai Ciliwung. Kalau sungainya bersih terus digali, ada banyak disana,” kata Ahmadi.

Sementara itu, untuk penamaan nya, Ahmadi berkata, “Dulu orang yang nemu bingung mau kasih nama apa. Karena di situ ada pohon pandan, makanya dinamakan pandan.”

Tidak hanya itu, batu Sungai Dareh pun rupanya ditemukan di daerah aliran sungai. “Batu Sungai Dareh juga di sungai. Itu sungai dareh hulunya Sungai Batanghari,”ditambahkan pria paruh baya terlihat necis.

Laki-laki menambahkan, alasan banyak batu-batu sungai indah, karena sungai merupakan jalur lava pijar. “Di sungai banyak karena aliran lahar gunung,” pungkasnya. (cnnindonesia)

Please follow and like us:

Menyukai situs ini? Silakan share :)