Cara Over Kredit Rumah KPR

Cara Over Kredit Rumah adalah proses pengalihan kredit rumah dari pihak debitur lama kepada debitur baru.

Sebagai contoh: misalnya Bayu telah membeli rumah dengan KPR berjangka waktu 15 tahun. Kemudian pada tahun ke 10 Bayu ingin menjual rumahnya ke Diana. Diana dapat membeli rumah yang sesuai dengan harga yang diminta bayu ditambah sisa kredit pokok yang masih ada dan kemudian bayu melunasi kredit rumah itu ke bank. Atau langkah kedua, Diana membayar harga yang diinginkan Bayu dan meneruskan kredit Bayu sampai lunas setelah periode 15 tahun.

Proses yang kedua adalah proses over kredit kpr. Jadi kami mengganti kredit angsuran orang lain yang rumahnya kita membeli.

Cara Over Kredit Rumah Mudah

kredit rumah

Dalam proses over kredit rumah ini, ada beberapa cara di mana setiap cara sangat berpengaruh terhadap legalitas dokumen hukumnya Anda perlu memilih jalan mana yang paling aman untuk Anda sehingga dalam waktu ketika over kredit kpr itu lunas Anda dapat membawa pulang Sertifikat Rumah di bank mudah dan tanpa hambatan.

Baca Juga:  Cara Mudah Mengobati Batu Ginjal dengan Cuka

Cara Over Kredit Rumah melalui notaris

Pada proses ini, Anda dan Penjual menghubungi Notaris dan menyampaikan maksud Anda untuk melakukan over kredit atas rumah penjual.

  • Penjual dan Anda diwajibkan untuk menyertakan dokumen pendukung seperti:
  • Fotokopi perjanjian kredit
  • Fotokopi Sertifikat yang ada stempel bank-nya
  • Fotokopi IMB
  • Fotokopi PBB yang sudah dibayar
  • Fotokopi bukti pembayaran angsuran
  • Asli buku tabungan bernomor rekening untuk pembayaran angsuran pembiayaan
  • Data penjual dan pembeli, seperti KTP, kartu keluarga, lisensi dan sebagianya.

Notaris kemudian membuat Akta Pengikatan Jual beli atas pengalihan hak atas tanah dan bangunan berikut kuasa untuk melunasi sisa angsuran dan kuasa untuk mengambil sertifikat. Kemudian Penjual membuat surat Pernyatan/pemberitahuan yang telah terjadi atas kewajiban dan hak untuk kredit dan jaminan yang bersangkutan.

Surat ini ditujukan kepada bank. Jadi sejak pengalihan ini, walaupun angsuran dan sertifikat masih atas nama Penjual, tetapi karena hak sudah beralih maka penjual tidak berhak untuk membayar lunas sendiri dan mengambil asli sertifikat yang berkenaan pada BTN.

Baca Juga:  Tips PDKT ke Cowok atau Cewek agar Tidak Membosankan

Kemudian melakukan pembuatan Pengikatan Perjanjian Jual Beli oleh Notaris dan penjual datang ke Bank pemberi KPR dan menyerahkan dokumen yang diperoleh dari Notaris.

Dalam proses ini terjadi transaksi cenderung menjadi aman secara hukum karena itu dilakukan di depan para pejabat dari otoritas negara yaitu Notaris. Rumah tersebut dapat dijual kembali dengan membuat surat kuasa jual sesuai ketentuan yang berlaku.

Please follow and like us:

Menyukai situs ini? Silakan share :)