Berbagai Cara Mencegah Begal

Begal kembali marak akhir-akhir ini. Masyarakat, khususnya yang sering pulang kerja malam hari, semakin gelisah. Peningkatan keamanan polisi rupanya tidak membuat mereka langsung merasa aman selama perjalanan.

Cara Mencegah Begal

ilustrasi begal motor
ilustrasi begal motor

Itu sebabnya, mereka yang memiliki kendaraan memiliki cara untuk membela diri jika ditargetkan begal. Berikut Ini adalah cara yang dilakukan untuk mencegah menjadi korban dari begal.

Membawa pompa sepeda

Dian Marani (25), karyawati di bilangan Sudirman, Jakarta Selatan, memilih untuk selalu membawa pompa sepeda di dalam tas. Dia memang hobi naik sepeda. Secara tidak sengaja, gagasan membawa pompa ini terjadi di kepalanya sejak kasus begal merajalela di Jabodetabek.

“Pompa sepeda palingan ya, agak berat juga nih. Buat jaga diri kalau amit-amit dicegat orang-orang nggak bener kayak gitu. Lumayan enak nih pompa kalau kena di muka orang,”kata Dian setengah bercanda.

Nebeng

Salah satu anggota komunitas Nebengers di Jakarta Timur, Andi Prayoga (24) harus melalui rute Cawang-Sudirman setiap hari. Yoga selalu aktif untuk memberikan tebengan dengan anggota masyarakat lainnya yang memiliki rute yang sama dengannya.

“Kalau di komunitas kita selalu aktif bikin kopdar, jadi selalu punya temen pulang bareng. Ada yang nebeng ada juga yang sama-sama bawa motor. Kita usahakan untuk selalu bareng ke tempat tujuan. Saling waspada juga di jalan. Sisanya serahkan ke Tuhan,”kata Yoga.

Bergabung dengan komunitas, menurut Yoga, itu sangat berguna, terutama dengan kejahatan merajalela dan di jalan Raya. Sementara promosi, mendorong orang untuk tebeng-Menebeng di komunitas masyarakat.

Baca Juga:  Sistem Mina Tani Sleman Bikin Heboh Dunia Maya

Konvoi

Hal ini dilakukan oleh Yahya (29), karyawan perusahaan di daerah Tanjung Priok, Jakarta Utara. Terutama karena banyak begal, jika kembali ke Pasar Rebo, Jakarta Timur, ia bergabung dengan rombongan atau sebuah konvoi sesama pengendara.

“Kalau pulang malam, biasanya saya kalau pulang bareng rombongan. Nah kalau dari Priok, biasanya banyak tuh rombongan dari Astra, saya biasanya ikut-ikutan aja. Mereka ngerti kok kalau kita juga pulang ke malaman, jadi biasanya dikasih ikut rombongan,” kata Yahya.

Tetapi jika ia tidak meninggalkan Rombongan dan dipaksa untuk menjadi sendirian, jadi Yahya memakai ilmu waspada. “Nah, kalau sudah sendirian, biasanya saya ngawasin spion,” katanya.

Ngebut

Namun orang lain dengan Arbi (31), warga Bojong Gede, Depok. Tips untuk menghindari begal ia mengendarai sepeda motor kecepatan tinggi sehingga tidak dapat dikejar begal.

“Kalau balik malam sekitar jam 01.00 WIB lebih, saya pasti ngebut alias nggak nurunin gas sama sekali kecuali lampu merah juga. Kecepatan 80 sampai 100 karena jalanan kosong juga. Terus, jangan bawa motor dengan kondisi stabil, dalam artian ngegas pelan-pelan karena begal demen banget sama yang beginian,”kata Arbi.

Modifikasi motor

Selain ngebut, Arbi masih punya tips lagi. Yaitu, memodifikasi sepeda motor. Bagaimana, itu adalah dengan cara membuat saklar rahasia, di mana sebuah saklar rahasia berfungsi untuk mematikan daya dari kunci starter.

“Buat semacam tombol saklar yang mudah buat dijangkau dan orang nggak tahu. paling nggak ketika kita dalam bahaya, kita bisa matiin motor kita. Insya Allah begal kagak bakal bawa motor kamu dalam kondisi mesin mati,” katanya.

Baca Juga:  Kecelakaan Pesawat AirAsia QZ8501 Bukti Bobroknya Manajemen Penerbangan Indonesia

Tidak menanggapi panggilan

Selain itu, untuk menghindari jadi target begal ini tidak peduli dengan teguran dari siapa pun selama pertengahan jalan. Arbi mengatakan teguran juga digunakan secara luas modus begal.

“Menghindar jika ada orang menegor di tengah jalan, seperti misal nanya alamat dan lain-lain, dan selalu waspada sambil liat-liat spion. Terakhir, jangan lupa berdoa,” katanya.

Naik angkot

Untuk perempuan, ada tips yang menarik dari Tiara (24), warga Depok pekerja di Senayan. Tiara tidak menggunakan kendaraan pribadi, tetapi memilih transportasi umum untuk transportasi sehari-hari.

Namun, ketika sudah terlambat di malam hari, menurut Tiara, ada yang perlu diperhatikan ketika akan naik angkot. Pertama, selalu mencoba untuk menemukan banyak penumpangnya dan selalu membawa payung untuk jaga diri.

“Pokoknya kalau pulang kemalaman, cari keramaian, jangan sendirian. Dan kalau aku sih bawa payung untuk senjata kalau ada apa-apa,” kata Tiara. (Suara)

Please follow and like us:

Menyukai situs ini? Silakan share :)