Banyak Zat berbahaya dalam rokok elektrik

Menghisap uap rokok elektrik juga berbahaya seperti menghirup asap dari pembakaran dalam Rokok konvensional.

Zat berbahaya dalam rokok elektrik

bahaya rokok elektrik
bahaya rokok elektrik

Kepala sub Bidang Pengawasan Rokok Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lela Amelia mencemaskan dampak menghirup uap hasil pemanasan zat cair hasil terkandung dalam perangkat.

“Kandungan larutan dalam rokok elektrik negatif untuk kesehatan dan belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan manfaat rokok elektronik,” kata Lela dalam diskusi mengenai dampak rokok listrik di Jakarta, Selasa

Berikut substansi yang terkandung dalam Rokok listrik dan efeknya:

1. nikotin

Badan pengawasan obat dan makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA) menyatakan telah mendeteksi kandungan nikotin dalam Rokok listrik, yang diklaim tanpa nikotin.

Tingkat nikotin dalam rokok yang menggunakan listrik dan dapat memicu peningkatan adrenalin, tekanan darah dan denyut jantung, serta berpotensi menimbulkan overdosis nikotin.

Baca Juga:  Manfaat Daun Sirih untuk Kesehatan dan Kecantikan Kulit, Gigi dan Mulut

2 propylene Glycol dan gliserol

Propylene Glycol terkandung dalam asap dan ini sering digunakan sebagai aditif makanan, sementara gliserol digunakan dalam industri makanan, kosmetik dan produk farmasi.

Lela mengatakan dua zat yang berfungsi sebagai sarana transportasi nikotin dan aroma serta menciptakan rasa uap seperti asap rokok. Efek sampingnya adalah nyeri otot, sakit tenggorokan, asma, dada sesak, fungsi penurunan paru-paru dan saluran pernapasan iritasi.

3 Perasa

Lela menjelaskan penggunaan perasa dalam Rokok elektrik dapat menyebabkan kerusakan jaringan paru-paru.

4 logam

Rokok listrik berpotensi memberikan partikel logam di paru-paru. Lela menjelaskan, tingkat kandungan timbal dan kromium di uap Rokok elektronik sama dengan Rokok konvensional, tetapi kadar nikel-nya 100 kali lebih tinggi dibandingkan rokok konvensional.

Baca Juga:  Tips dan Trik Mengatasi Gangguan Kehamilan

5 karbonil

Karbonil adalah potensi karsinogen dalam uap rokok elektrik yang memicu pertumbuhan sel-sel kanker dan leukemia.

6. tembakau nitrosamin

Tobacco nitrosamines terdapat dalam uap semua rokok elektronik dengan tingkat lebih rendah atau setara dengan yang ditemukan dalam asap tembakau rokokk.

Sejumlah zat lain misalnya aerosol, rimonabant, diethylene glycol, coumarin, dan tadalafil atau senyawa obat untuk pengobatan disfungsi seksual juga tersedia dalam Rokok listrik.

Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan rokok elektrik dan rokok konvensional sama-sama tidak baik untuk kesehatan.

“Kedua jenis rokok itu buruk untuk kesehatan, sebaiknya dihindari,” kata Tjandra. (antara)

Please follow and like us:

Menyukai situs ini? Silakan share :)